LIFE FOR THE PAST ( END)

Akhir Penantian

 

Jayapura, Pagi ini hotel Sunny sangat sibuk dengan persiapan acara seminar kesehatan. Tapi Sunny tidak tampak dalam kesibukan itu. Dia mengalami morning sickness. Kehamilannya sudah jalan tujuh bulan. Dia frustasi dengan kenyataan hidupnya. Kematian Cein membuatnya sangat terpukul hingga dia selalu mengurung diri di dalam kamar. Kalau pun dia keluar, dia terpaksa memakai baju longgar dan berwarna gelap untuk menutupi perutnya yang buncit.

Dia terbaring malas di sofa. Sesekali bayi dalam perutnya menendang. Sunny memandang keluar jendela. Tiba-tiba perutnya mual. Dia segera pergi ke kamar mandi dan muntah di wastafel. Pandangan matanya berkunang-kunang  dan akhirnya terduduk di lantai kamar mandi. Terdengar pintu kamarnya diketuk. Seorang pegawai hotel melangkah masuk,” Maaf, Bu. Ada seseorang mencari Ibu.”

“Siapa?”

“Katanya namanya Eros.”

Eros? Ngapain dia kemari?

“Suruh tunggu dulu.”

Eros menunggu Sunny di restoran hotel. Agak ragu Sunny menyapa Eros. Eros berdiri menyambut. Mereka berjabat tangan. Setelah mereka memesan minuman….

“Aku adalah salah satu pembicara dalam seminar ini,” jawab Eros atas pertanyaan Sunny. “Saat aku dengar seminar di hotel milikmu. Aku yakin kita pasti bertemu.”

Sunny tersenyum. Eros memandang  wajah Sunny yang pucat..”Aku agak tidak enak badan.” Sunny mengibaskan tangan. “Biasalah, pergantian musim.”

“Tapi kau kelihatan gemuk?”

Rasa mual merambat di ulu hati Sunny, naik ke kerongkongan. Sunny menahan muntah hingga timbullah air mata. Eros panik, “Kau  sudah ke dokter?” Dia menepuk-nepuk punggung Sunny. Sunny terdiam.  Saat posisi Eros, berada di samping Sunny, tampaklah perut Sunny yang membuncit.

“Kau hamil,Sun.”

Sunny memandang Eros. Dia mengangguk.

“Tapi aku dengar kau belum menikah?”

Sunny menunduk. Dia merasa harus menceritakan semuanya pada Eros.

“Aku hamil tapi tanpa suami, Eros.. Ayah anak ini sudah meninggal.”

Hari demi hari pun berlalu, diwarnai oleh cerita tentang Cein dari mulut Sunny. Materi seminar tidak masuk di otak Eros. Konsentrasinya buyar. Dia menyesal kenapa tidak dari dulu mendekati Sunny. Dia merasa menyesal karena tidak percaya diri. Dan sekarang wanita yang dicintainya tengah mengandung anak orang lain. Apa yang harus dia lakukan?

Seminggu berlalu dan besok hari terakhir dari seminar. Eros duduk-duduk di sofa dekat jendela kamarnya. Sementara dari HPnya yang di loadspeaker diatas meja, Juli berkicau dari Solo.”Semuanya terserah padamu, Eros. Kalau kamu menikahi Sunny. Satu, kau menikahi wanita yang kaucintai, dua, kau bisa membantu Sunny melewati hari-harinya. Tidakkah kau pikir begitu susahnya Sunny dengan keadaan seperti itu ? Hamil di luar nikah, sendirian di lingkungan yang asing.”

Suara  Juli masih terdengar. Eros tetap bersandar di sofa. Menikahi Sunny dalam keadaan seperti ini?” Aku bukan malaikat, Juli. Semuanya begitu aneh bagiku. Dan Sunny, dia bahkan belum tahu perasaanku.

Diluar jendela tampak pandangan yang indah. Tampaklah olehnya Sunny bercakap-cakap dengan dokter kandungannya. Rupanya dia baru saja ceck up. Eros terpana oleh kecantikan Sunny. Aura keibuan terpancar dari wajah Sunny. Sunny begitu cantik dengan gaun baby dol warna merah marun.

Saat sang dokter pergi, Sunny duduk di kursi yang berada di tengah taman. Rambut panjangnya melambai dimainkan oleh sapuan angin malam. Eros seolah tersihir. Tanpa sadar dia sudah berdiri di depan Sunny.

Sunny tersenyum, menyisakan sedikit tempat untuk Eros. Eros duduk di sampingnya.

“Dokter bilang si kembar baik-baik saja.’

Eros masih saja terpana. Sunny berusaha menyadarkan Eros dengan panggilan.

Eros tergagap,”Maaf, Sun. Kau cantik sekali malam ini.”

Sunny tersanjung.

“Sunny, maukah kau jadi istriku?”

Sunny terkejut. Dia merasa Eros mempermainkannya. Dia berusaha meninggalkan Eros. Eros mengejarnya. Sunny berontak, “Cara bercandamu tidak lucu, Eros.”

“Aku tidak bercanda. Aku mencintaimu, sudah lama aku mencintaimu. Aku ingin engkau menjadi wanita yang mendampingiku seumur hidup.”

“Tapi aku sudah kotor, Eros. Lihatlah keadaanku!” Sunny memegang perutnya. “Aku hamil di luar nikah, Eros. Aku mengandung anak orang lain.”

“Aku tidak perduli!” Eros membentak “Maafkan aku,Sun. Aku tidak tahu lagi bagaimana caranya meyakinkanmu. Aku mencintaimu, Sun. Aku menerimamu apa pun adanya dirimu. Bahkan kedua anak ini.”

Sunny terisak. Eros memeluk tubuhnya hingga dia menangis di dada Eros.

……………………………………….

Si kembar lahir saat bunga desember mulai bermekaran. Disambut rasa bangga kedua orang tua mereka. Eros dan Sunny belajar untuk saling mencintai. Tak satu pun kata-kata mengungkit masa lalu mereka.

Di taman itu, taman tempat Eros melamar Sunny, disitulah setiap persoalan rumah tangga, mereka pecahkan. Bahkan saat mereka bertengkar hebat, tahu-tahu mereka sudah akur di taman itu. Eros sangat mengagumi Sunny. Kini Sunny sudah meninggal karena melahirkan putra mereka yang  kelima. Satu per satu anak mereka telah mentas.

Ditaman itu Eros mengenang Sunny. Sementara lobi hotel ramai oleh perayaan terpilihnya Aji, anak pertama mereka sebagai pengurus salah satu partai politik. Erni, putri satu-satunya yang berwajah mirip Sunny, menghampiri. Erni duduk di sampingnya.

”Apa yang Ayah pikirkan?”

“Aku hanya mengingat-ingat apa saja yang telah terjadi di taman ini.”

“Di sini dulu Ayah melamar Ibu?”

“Ya, aku tidak sadar betapa waktu cepat berlalu.”

“Ayah sangat mencintai Ibu?”

Eros tersenyum.

“Itukah sebabnya Ayah tidak menikah lagi setelah ibu meninggal?”

“Semua orang di dunia ini punya belahan jiwanya masing-masing. Ayah yakin belahan jiwaku adalah ibumu.”

Cucu-cucu Eros memanggil. Eros dan Erni meninggalkan taman itu dan bergabung dengan keramaian pesta.

 

 

TAMAT

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s