LIFE FOR THE PAST (BISAKAH KITA JADI KEKASIH ?)

BISAKAH KITA JADI KEKASIH ?

Sunny jengkel  dengan ulah Cein yang tetap menelpon meskipun dia tidak mengangkatnya. Rupanya Cein sudah mulai putus asa hingga dia mengirim SMS yang berbunyi,” Sunny, ak merasa bslh akan td sre. Ak mhn dtglh ke lap basket kampus. Klo u g dtg, ak akn lakukn hal y akn u sesali seumr hdp.”

Lapangan basket? Penyesalan seumur hidup? Apaan, tuh? Sunny jadi bingung sendiri. Dalam hati dia menebak-nebak apa yang direncanakan Cein.

Sampailah dia di kampus. Suasana sepi. Di lapangan basket, lamat-lamat cahaya lilin menyinari diatas meja yang lengkap dengan dua kursi. Sebotol sampagne dan kue tart terletak di atas meja.

Sunny berjalan mendekati Cein yang berdiri di dekat meja. “Selamat datang, Meia. Silahkan duduk.”

Cein menarik kursi yang akan ditempati Sunny. Sunny tersenyum. Cein menuangkan  sampagne ke dalam dua gelas. Satu gelas disodorkannya ke Sunny. Dia mengangkat gelas yang satunya lagi. “Selamat ultah, Sun.”

Sunny terkejut. Hari ini, tanggal 9 November pukul 0.00, tanggal kelahirannya. Mereka menikmati kue tart yang tersedia.

“Aku senang hari ini tidak hujan. Hingga kita bisa diner disini.”

Mereka melakukan tos. “Darimana kau tahu hari ulang tahunku?”

“Orang yang mencintai seseorang, pasti tahu apapun tentang yang dicintainya.”

Sunny menghela nafas. Wajah itu. Wajah itu mirip wajah Jerry 12 tahun yang lalu dan tingkah lakunya yang kadang menjengkelkan. Cein memegang tangan Sunny lalu menciumnya. Pria berumur 19 tahun itu berjongkok didepan Sunny hingga akhirnya terlontarlah kata-kata itu, “Sunny Natalia, bisakah kita jadi jadi kekasih?”

Sunny termangu. Kata-kata itu mirip dengan yang diucapkan Jerry 12 tahun yang lalu. Dulu Jerry mengatakannya di siang bolong, di sebuah kantin yang ramai. Tapi sekarang, Ya Tuhan, anak ini benar-benar serius.

“aku tahu, Sun, aku memang lebih pantas jadi keponakanmu tapi aku sangat mencintaimu. Kau terlalu cantik untuk jadi tanteku.”

Sunny bimbang. Dia teringat ikrar yang telah dia katakan di depan teman-temannya. Inilah akibatnya jika sembarangan berikrar. Dia tidak bisa mencabut ikrarnya itu tapi mungkinkah jika dengan pria yang umurnya…..

“Ya, kita bisa jadi kekasih.”

Muncullah jawaban itu dari mulut Sunny. Cein melonjak kegirangan. Malam itu mereka resmi jadi kekasih. Kedua pasang mata itu kini saling memandang lekat, hanya terpisah oleh jarak dua hidung mereka. Debaran cinta anak umur belasan tahun dari Cein menjalar pada Sunny. Dan akhirnya mereka tak kuasa menahan diri.

……………………………………..

Sunny membuka jendela. Hamparan tanah berumput menyapa matanya. Udara pegunungan Tawang Mangu menembus paru-parunya. Daerah pegunungan itu tampak asri dengan kabut dan pohon-pohon cemara yang meruncing seakan siap mengkoyak langit yang begitu cerah.

Dia membalikkan badan. Cein masih tidur. Hari ini, tepat satu bulan mereka bersama. Sahabat-sahabatnya menentang hubungan mereka. Alasannya? Apalagi kalau bukan umur Cein yang terlalu muda. Bodoh, bukankah mereka yang membuatku mengucapkan ikrar itu?

Dia sadar akan segala resiko. Jika Cein meninggalkannya, dialah yang jadi korban. Bahkan jika orang tua Cein menuntut pun dialah yang bisa kena pidana. Tapi lagi-lagi cinta bicara.

Sunny memandang ke luar jendela. Hamparan rumput itu menyambutnya lagi. Cein melingkarkan lengannya ke pinggang Sunny. Dipeluknya tubuh sang kekasih hingga mencium rambut Sunny yang basah. Sunny berbalik hingga Cein mampu mencium lehernya.

“Cein, Kamu sadar dengan yang kita lakukan?” tanya Sunny.

Cein mencium pipi Sunny.” Tentu saja, Kau tidak percaya padaku?”

Sunny tersenyum, “Ya, aku percaya.”

“Sunny, kau tidak akan meninggalkanku, bukan?”

“Sayang, justru aku kawatir kalau-kalau kau yang meninggalkanku.”

“Tidak, aku tidak akan meninggalkanmu.”

Iklan

2 thoughts on “LIFE FOR THE PAST (BISAKAH KITA JADI KEKASIH ?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s