THE SECRET (Part 6)

Suasana cukup lenggang di rumah besar bergaya Victoria itu. Seorang wanita mematut-matut diri di cermin, memastikan penampilannya cukup layak diperlihatkan mengingat kemungkinan kehamilannya yang mungkin menonjol dibalik gaun sutra melambai selutut sebagai busana menghadiri pesta. Bibirnya tersenyum kerana buncit di perutnya masih belum kelihatan, kehamilan itu masih terlalu muda, baru akan jalan dua bulan dan dia harus berhati-hati menjaganya.

Stacy Longbotom yang memilihkan gaun itu untuknya. Niat Stacy tak lebih untuk berolok-olok,wanita itu tahu betul Stacy mendambakan suaminya, dan memperburuk penampilannya di pesta kali ini adalah niat Stacy yang gagal. Alih-alih memberikan penampilan yang buruk bagi sang musuh, Stacy kini bisa melihat dengan kesal, bahwa wanita yang sedang bercermin itu begitu puas memandangi bayangannya sendiri dengan kulit asianya yang tampak lebih  cerah dalam warna biru toscha.

Sudah tiga bulan setelah berita yang membuat keluarga D Varney begitu heboh menyambut pernikahan mereka. Antoine D Varney menikahi pasiennya sendiri. Selamat untuknya, mengingat penantian yang teramat panjang yang dijalani pria itu demi mempersunting istrinya, bahkan beberapa kerabat sempat menganggapnya punya kelainan orientasi seksual. Apalah yang bisa dijadikan bahan gunjingan dari pria lajang yang cukup mapan, dengan pendidikan yang tak tanggung-tanggung serta kelas sosialita yang membuat para gadis se-Toronto dengan senang hati membuka paha untuknya, dan Antoine tidak sekali pun berkencan dengan mereka.

Kejutan terjadi tiga bulan yang lalu, dan semua jelaslah sudah, professor muda di bidang neurologi itu telah lama memendam rasa pada seorang wanita. Wanita Asia dengan ingatan buruk, yang harus menghadapnya setahun sekali. Dan saat segalanya melapangkan jalan, d Varney tidak membuang-buang waktu akan respon wanita tersebut.

Dan sekarang di sinilah wanita itu berada, di rumah besar d Varney di Toronto, menunggu telephon dari suaminya yang harus terbang ke Korea, tepat sehari setelah mengetahui keberadaan anak mereka di perutnya dan dia sedikit kesal sebagai wanita hamil yang mual tiap pagi dan merasa lebih membutuhkan perhatian sang suami.

Telephon berdering seketika. Dari nada deringnya, wanita itu tahu siapa yang menelphon, ditinggalkannya cermin yang selama ini memantulkan bayangannya, dan melirik Stacy yang masih duduk di sofa dekat jendela kamar itu, hingga terlintas di pikiran wanita itu untuk membuat Stacy semakin kesal.

“Bonjour!” sapanya seketika telephon terangkat. Suaminya di ujung telephon sana pasti mengkerutkan kening. Biasanya mereka berbicara dalam bahasa Korea, bahasa yang lebih dikuasai wanita itu, dan juga lebih bisa berahasia dari para pelayanan maupun semua orang di sekitar mereka yang lebih bisa berbahasa Inggris mau pun Perancis. Tentu saja d Varney tidak tahu jika saat ini sang istri satu ruangan dengan Stacy Longbottom, gadis manis yang bertahun-tahun secara tak tahu malu mengejarnya sebelum menikah dan menerima tantangan sang istri untuk mengasah keterampilan berbahasa Perancis dengan membalas salam itu,” bonjour, ma chère. ”

Wanita itu masih saja melirik Stacy, bercakap-cakap mesra dengan Antoine dengan bahasa yang juga dimengerti oleh Stacy tentu kesenangan tersendiri. Dia ingin menunjukkan  kedudukannya pada Stacy sekarang, agar Stacy tidak meremehkannya, bahwa harapan Stacy itu sudah tertutup saat Antoine D Varney lebih memilihnya untuk diperkenalkan pada keluarga besar d Varney, walau pun Ibunda Antoine sempat menolaknya.

“J’ai manqué tellement. Quand rentrez -vous ? ”

(Aku sudah sangat merindukanmu. kapan kau pulang?)

Desahan nafas sang suami membuat wanita itu tahu, pria itu pasti sedang berpikir keras.

 “Peut-être deux jours de plus ”  Jawab Antoine yang menyatakan kurang lebih dia akan pulang dua hari lagi.

“… oh, c’est trop long …, ” istrinya segera merajuk dan menyatakan bahwa dua hari terlalu lama baginya.

Stacy tampak semakin jengah di ruangan itu, jadi dia memutuskan mundur. Wanita itu tersenyum kecil, yang tentu saja tidak diketahui oleh Antoine yang masih bicara dengannya di telephon, “Eté si impatient?”  (sudah begitu tak sabar?)

Namun wanita itu yakin Stacy pasti masih mendengarkan di balik pintu, dia sudah sangat terbiasa dengan tabiat para wanita keturunan Prancis di Toronto ini, fasionable, dan suka mencampuri urusan orang lain.

 “Aïe! Le bébé donne un coup de pied dans mon ventre”

(ouch! bayi di perutku menendang!)

 Wanita itu memekik, semakin manja dengan harapan Stacy di balik pintu mendengar dan semakin muak. Antoine tertawa seketika, dan mengatakan kalau perbuatan istrinya terlalu dibuat-buat, usia kandungannya belum bisa menghasilkan janin yang mampu menendang dengan keras, “Hm … tu as menti, ma femme … la grossesse dans un mois n’est pas encore produire un coup de pied douloureux.”

Seakan protes dengan candaan suaminya, wanita itu jadi kesal sendiri alih-alih membuat wanita di balik pintu kesal, Ne vous sentez me bouder? Je proteste que vous êtes partir un jour après mes nouvelles de la grossesse” katanya, yang berarti kurang lebih menyayangkan ketidakpekaan sang suami padanya yang sedang merajuk dan protes dengan kepergian sang suami sehari setelah kabar kehamilannya diketahui.

‘Pardon, ma chére. mon ami, M. Kagawa est apparemment très troublée par le patient, et il demande del’ aide,” Antoine meminta maaf pada istrinya, dan menjelaskan keadaannya sekarang, bahwa temannya di Korea, Tuan Kagawa sangat membutuhkan bantuannya, bahwa ada pasien temannya itu yang tidak bisa ditanganinya sendiri.

“Vous êtes plus concernés à votre ami que moi votre femme qui l’enceinte votre bébé,” wanita itu masih tetap merajuk, menuduh kalau Antoine lebih mementingkan temannya itu daripada sang istri yang sedang mengandung anaknya. Kalimat itu membuat Antoine semakin serba salah, dengan penuh penyesalan, pria itu gantian merajuk.

“Ma chère .. Ne me fait pas sentir coupable comme ça ..”

(Ayolah, sayang.. jangan membuatku merasa bersalah seperti ini.)

“Je ferais n’importe quoi pour vous ramener dans mes bras,” kalimat istri Antoine membuat tawa Antoine meledak, sebuah ungkapan yang begitu gamblang dari seorang istri yang curiga, istrinya bilang bahwa dia akan melakukan apa saja untuk menyerat Antoine ke pelukannya.

“Hahaha, ma petite femme qui est la compréhension,” Namun walau begitu, Antoine maklum, kahamilan istrinya membuat perasaan wanita itu berubah- ubah dan tetap memuji sebagai istri yang penuh pengertian.

Akhirnya sang istri merasa harus mengakhiri pembicaraan ini, apalagi sang Ibu mertua sudah meneriakkan namanya dengan nada melengking tinggi yang diyakininya dari ujung tangga lantai pertama.

“Ah Bon! Surveillez votre comportement lorsque vous là bas.”

(Hm, oke! jaga kelakuanmu selama di sana.)

Dan Antoine yang masih merindukan istrinya merasa tidak terima, dia menuduh kalau istrinya terlalu sibuk hingga begitu cepat ingin memutuskan telephon, Wow! vous êtes tellement occupé apparemment jusqu’à ce que vous raccrochez le téléphon juste comme ça .”

‘Votre mère m’avait appellez d’en bas. Elle m’envite pour la fete a la tour CN,’ Sang istri menjelaskan kalau Ibu Antoine sudah memanggil dan menceritakan ajakan wanita itu untuk hadir di acara pesta di CN tower. Hal itu sungguh mengejutkan Antoine, dia tidak menyangka kalau Ibunya ternyata datang berkunjung di saat dirinya tak ada, hal apakah gerangan yang membuat wanita itu meninggalkan rumah mewahnya di Montreal ? Tiba-tiba Antoine merasa khawatir pada istrinya. Chamille d Varney bukanlah sosok ibu yang patut dicontoh, meninggalkan Antoine sewaktu masih berumur dua tahun demi mengejar pria asing dari Paris yang mengaku sebagai bangsawan dan pulang kembali hanya untuk dipermalukan, tapi masih tetap menyombongkan dirinya  dengan menghadiri pesta-pesta yang tak bermanfaat.

“Ne laissez pas l’influence de la sorcière qui vous fait aller sauvages, ma chère.”

(Jangan biarkan pengaruh nenek sihir itu membuatmu jadi liar, sayang.)

“hm., tes paroles ont été vraiment surprise, Mon Cher. Que pensez-vous pourrait m’arriver? Je ne boirais pas dans ma situation comme celle-ci.”

(Hm., kata-katamu sungguh mengejutkan, sayang. memangnya apa yang akan terjadi padaku? Aku tidak akan minum dalam keadaanku ini.)

“Bon!” Antoine memuji istrinya dengan kata yang bagus.

Chamille d Varney memangggil lagi, mungkin sudah sangat kesal karena sang menantu tidak segera turun.

“Elle m’a appelle à nouveau. Je suis vraiment a raccrocher ce téléphone maintenant!” Istri Antoine mengatakan padanya kalau sang Ibu mertua memanggil lagi dan dia harus menutup telephon secepatnya. Tak lupa membumbungkan hati pria itu dengan pernyataan cinta dan dengan penuh kecurigaan, seakan takut sang suami berselingkuh, dia mengingatkan Antoine agar tidak sok jadi profesor tampan selama di Korea.

“oui ma chère. avoir du plaisir.,” Antoine geleng-geleng kepala ketika mengucapkan salam perpisahan, dan menyadari kalau istrinya itu sudah sangat tergila-gila padanya.

———-THE SECRET———-

Theme Song :

I LOVE YOU THIS MUCH

MOUTH & MACNEAL

It’s enough to be needed is enough to be you

Through the holes in your head

The light is slowly coming through

All that is taken is for love to show its face

And if I ever get it on with you, then you lead the way

It’s enough to be with you, it’s enough to be there

And the words that you sent on getting through to me you care

Oh, what I give to come to talk with what you got

And if it means signing document then it matter’s not

#Oh, now and then I see myself for what I really am

Oh, but if I keep this cover up then I’ve got it in the can

But if it means that I ain’t gonna see you anymore

Take and shut up for a power stop to nail up all our doors

If I can be part of you that I don’t have to leave

Cause other than the love of mine I’ve nothing else to give

#Oh, now and then….

And if one night I left alone with nothing else to do

I just sit at the the piano singing song that speak for you

Yes, I might get lonely and completely out of touch

But I’ll sacrifice my friend because I love you this much

I’ll just sacrifice my friend because I love you this much

Setelah menutup telephon, angan Antoine masih melayang di Toronto sana. Apa yang akan terjadi di CN Tower, karena sesungguhnya Antoine begitu heran, begitu cepatnya sang istri menyesuaikan diri dengan kehidupan kelas atas di Toronto. Chamille d Varney, yang tadinya begitu menentang pernikahan ini, rupanya mulai terpikat dengan kebaikan hati wanita pilihan putranya itu. Baru kali ini, wanita Montreal itu mengasihi seseorang tanpa memandang nominal warisan yang mungkin dimiliki. Namun tetap saja hal itu membuat Antoine kawatir, dia kawatir pengaruh buruk ibunya. Dan membayangkan apa yang mungkin terjadi pada istrinya yang tengah hamil muda itu di pesta, mungkin terlalu banyak minum atau apalah, Antoine memutuskan untuk selalu menelphone setiap seperempat jam sampai Ibu dan menantu itu pulang dari pesta.

Angan Antoine terhenti saat Tuan Kagawa memasuki ruangan, sudah seperempat jam Antoine menunggu dokter itu di ruangan prakteknya, karena itu dia mempunyai waktu luang untuk bermesraan dengan istrinya lewat telephon.

“Maaf, membuatmua menunggu lama,” kata dokter itu dengan bahasa Korea. Tuan Kagawa adalah teman Antoine saat melakukan penelitian di Universitas Toronto, dia tidak fasih berbahasa Prancis, bahasa Inggrisnya juga dengan lafal yang kacau di sana-sini akibat pernafasan yang terbiasa dengan Bahasa Jepang, Bahasa negara kelahirannya, sehingga ketika tahu Antoine bisa berbahasa Korea, dia lebih nyaman berbincang dengan bahasa korea, tanpa harus membuat Antoine mengkerutkan kening karena kurang mengerti maksud perkataannya.

“Tidak masalah,” kata Antoine, lalu menegakkan duduknya demi mendengar penjelasan pria itu lebih lanjut. Rupanya Tuan Kagawa tidak perlu berlama-lama dalam hal basa-basi. Dia mengobrak-abrik beberapa file dan menyerahkan sebuah Map yang lumayan tebal bagi Antoine yang rupanya medical record, lengkap dengan hasil rontgen dan CT-Scan.

“Pria ini sempat koma selama setahun,” terang Tuan Kagawa saat Antoine mulai menelusuri tulisan dalam Medical Record, bahkan membuka kertas panjang yang berlipat-lipat yang rupanya hasil grafik EKG.

“Setelah siuman, ternyata dia mengalami kesulitan berjalan padahal syaraf motoriknya baik-baik saja,” lanjut Kagawa. Antoine menerawang hasil Rontgen yang menunjukkan foto tulang panggul lalu menuju neon yang ada di belakang Kagawa, “Bolehkah ?” pamit Antoine untuk menggunakan alat itu demi memperjelas pengamatannya pada hasil rontgen tulang panggul.

Kagawa mengangguk. Sesaat Neonbox menyala, dan terlihat gambaran tulang panggul, bahkan tulang belakang sang pasien,”Tidak ada yang mencurigakan di sini,” kata Kagawa.

Antoine manggut-manggut, “Paralis adalah hal biasa setelah koma yang terlalu lama,” desahnya. Antoine menatap ke arah Kagawa, “Lalu apa hubungannya denganku. Kau tahu kalau hanya ini masalahnya, tinggal rujuk pasien ke fisioterapi.”

“Bukan itu yang menjadi masalah, Temanku yang terhormat.”

“Lalu ?”

Kagawa menghela nafas, “Lelaki ini juga tidak berbicara setelah siuman.”

“Ada masalah dengan pita suaranya, atau mungkin ISPA yang belum diketahui ?” Antoine semakin tak habis pikir.

“Bukan, semuanya baik-baik saja, dia tidak bicara bukan berarti kehilangan suara atau mengalami kelainan setelah kecelakaan itu, hal ini lebih disebabkan oleh masalah kejiwaan.”

“Maksudnya ?”

“Kecelakaan itu terjadi akibat obsesinya pada seseorang, lebih tepatnya pada seseorang yang telah meninggal. Para Psikiater dan psikolog sudah angkat tangan mengenai hal ini, bahkan ada yang bergurau jika lebih baik pasien ini menjalani cuci otak karena disinyalir ketidakmampuannya berbicara saat ini disebabkan obsesinya itu,” Tuan Kagawa menjelaskan dengan lebih berapi-api, dan kemudian menghampiri temannya yang masih berdiri menjulang di depan neonbox, “karena itu, temanku, sangat cerdas kalau kau melakukan eksperimenmu pada pasien ini. Aku sudah mendengar keberhasilanmu di bidang ini. Beberapa pasien melanjutkan hidupnya lebih baik karena benar-benar melupakan peristiwa yang membuat mereka terpuruk. Pasien ini pun sudah menandatangani surat persetujuan akan tindakan pencucian otak yang ditujukan untuknya.”

Kali ini giliran d Varney yang mendesah, “Kau tahu prosedurnya sangat rumit dan  berbahaya, kemungkinan semua ingatan terhapus bisa terjadi, dan sang pasien harus tetap menjalani sugesti atau doktrinasi minimal sekali dalam setahun. Harus ada orang yang selalu mengingatkannya, dan orang-orang di sekitarnya harus menghindari menyebut kata atau kalimat yang bisa membuat pasien itu teringat kembali. Semacam kata kunci untuk kembali ke masa lalu.”

Kagawa menjentikkan tangannya, “Kalau begitu segalanya jelas, kata kunci bagi pria ini adalah Charlotte Whitely.”

“Charlotte Whitely ?” Mata D’ Varney langsung terbelalak mendengar nama itu.

“Iya,” Kagawa mengangguk, “Pria itu terobsesi dengan wanita ini, Almarhumah Charlotte Whitely. Dia menganggap Charlotte belum meninggal, padahal jelas-jelas wanita itu sudah membusuk di kuburnya.”

Seketika kepala Antoine menjadi pening. Dia ingat benar, kata kunci itu pernah digunakannya pada seseorang, dan akhirnya pemograman ulang harus dilakukan. Namun Antoine sempat menjelaskan, “Charlotte Whitely, Nyonya Bouwens. Hal yang membuat anda teringat lagi adalah, ketika orang-orang di sekitar anda menyebutkan nama ‘Charlotte Whitely’, identitas asli anda.”

Dan Nyonya Bouwens seketika pucat waktu itu, jadi selama ini tuduhan ‘pria gila’ itu benar, tapi Antoine dengan senyumnya yang tulus menenangkan. Meraih tangan wanita itu dan menepuk-nepuknya, menawarkan kesopanan klasik para pria jaman Renaissance pada setiap wanita, “Jangan kawatir, secara hukum, Charlotte Whitely meninggal lima tahun yang lalu, dan anda bebas menjadi Charlie Adams,  kapan pun anda mau. Selamanya…”

Dan di depan Kagawa, Antoine bisa menebak siapa pasien malang itu.

BERSAMBUNG

NB : makasih buat santy ariany, yang membenarkan grammarnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s